Aku menulis ini
ditempat yang paling ku sukai. Menulis beberapa kata atau kalimat yang belum
sempat kamu baca, maksudku bukan belum sempat tapi kamu memang tak ada
kesempatan tuk membaca tulisanku sedikitpun.
Di tempat ini aku melakukan banyak hal, sebenarnya tempat ini tempat yang tak begitu besar, bukan tempat yang begitu mewah. Tapi disini, ditempat ini salah satu tempat yang banyak tahu tentang perasaan apa saja yang telah menggunung yang aku rasakan, ternyata kamarku lebih hebat dibanding kamu yang tak bisa merasakan apa yang aku rasakan tanpa aku mengucapkannya.
Untuk kamu yang
terlalu sibuk, di tempat ini aku mondar-mandir menunggu kamu. Menunggumu yang sedang
dimana dan sedang apa. Aku memang tak banyak tahu tentang keberadaanmu setiap
hari atau setiap waktunya, aku memang tak banyak tahu tentang aktivitas apa
yang kamu lakukan setiap hari atau setiap waktunya. Aku hanya tahu tentang “menunggu”
kabarmu saja. Iya, hanya itu.
Untuk kamu yang
terlalu sibuk, bahkan hanya di tempat ini aku habiskan waktuku. Aku hanya
sesekali saja keluar tempat ini hanya untuk mengambil air putih yang sudah
habis di gelasku sebelumnya.
Untuk kamu yang
terlalu sibuk, entah ada berapa halaman di Microsoft word yang aku gunakan
hanya untuk menulis demi mengisi kekosongan untuk menunggumu. Mungkin menunggumu
mengerjakan yang memang penting untukmu atau menunggumu pulang bersenang-senang
dengan teman sekumpulanmu. Sering kali hati ini tertusuk rasa kekhawatiran yang
begitu mendalam, tapi sayangnya ini hanya aku yang rasa. Sering kali begitu
tapi aku tetap saja seperti anak kecil yang terus sabar menunggu diberikan
coklat oleh ibunya.
Dan untuk kamu
yang terlalu sibuk, di tempat ini aku juga sering menangisimu. Menangisimu
karna kerinduanku yang sudah tak bisa ku tahan lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar