Sial. Perasaan apa
lagi ini?
Malam ini benar-benar membawaku masuk ke bagian yang paling dalam dari sekenario yang Tuhan buat. Entah ini hanya aku yang rasa, entah hanya kau yang rasa atau bahkan sekenario Tuhan ini yang membuat "kita" sama-sama merasakan rasa yang dulu pernah berceceran hilang entah kemana.
Melihat banyaknya orang yang berlalu lalang kesana-kemari semakin membuatku pusing.
Kendaraan memenuhi sepanjang perjalananku malam ini.
Suara suara tak jelas pun ikut meramaikan suasana malam
Seketika mata ini tertuju pada sebuah warung kecil dipinggir jalan
Seseorang yang bercelana pendek, kaos berwarna coklat yang sangat muda, dan sepatu yang ia kenakan sangatlah terlihat cocok. Dengan rambut yang sedikit gondrong dan kumis tipis itu membuat ingatanku buyar.
Seakan mengingatkan sesuatu. Seakan akan aku telah menemukan yang selama ini aku cari.
Disetiap langkahku malam ini tak lepas hanya karna ingin dapat perhatian kecil darimu
Hai, Berapa lama kita tak bertatap muka? Entahlah...
Berapa lama kita tak saling menyapa? Entahlah aku harus jawab apa.
Dan berapa lama bibir ini bungkam tanpa mengeluarkan perbincangan yang benar-benar ku rindukan?
Terlalu terlihat konyol memang, sampai-sampai kekonyolan ini membuatku sedikit tertawa kecil.
Kau terus mengikuti setiap langkah kakiku
Ada perasaan takut. Dan perasaan rindu yang tetap saja aku paksakan untuk ku bawa pergi.
Tatapan itu.......... Ah sial! Lagi-lagi tatapan itu membuat pikiranku buyar.
Ini lucu. Apa itu benar-benar kau yang selama ini pergi?
apa itu benar-benar kau yang hilang berceceran entah kemana?
Dan apa itu benar-benar kau yang membuat rindu ini diam lebih lama disini?
Entahlah.
Siapapun kau seseorang yang bercelana pendek, kaos berwarna coklat yang sangat muda, memakai sepatu dengan rambut yang sedikit gondrong dan kumismu yang tipis itu harusnya kau tau.
Bahwa kau tak pernah bisa membuatku lupa.
Malam ini benar-benar membawaku masuk ke bagian yang paling dalam dari sekenario yang Tuhan buat. Entah ini hanya aku yang rasa, entah hanya kau yang rasa atau bahkan sekenario Tuhan ini yang membuat "kita" sama-sama merasakan rasa yang dulu pernah berceceran hilang entah kemana.
Melihat banyaknya orang yang berlalu lalang kesana-kemari semakin membuatku pusing.
Kendaraan memenuhi sepanjang perjalananku malam ini.
Suara suara tak jelas pun ikut meramaikan suasana malam
Seketika mata ini tertuju pada sebuah warung kecil dipinggir jalan
Seseorang yang bercelana pendek, kaos berwarna coklat yang sangat muda, dan sepatu yang ia kenakan sangatlah terlihat cocok. Dengan rambut yang sedikit gondrong dan kumis tipis itu membuat ingatanku buyar.
Seakan mengingatkan sesuatu. Seakan akan aku telah menemukan yang selama ini aku cari.
Disetiap langkahku malam ini tak lepas hanya karna ingin dapat perhatian kecil darimu
Hai, Berapa lama kita tak bertatap muka? Entahlah...
Berapa lama kita tak saling menyapa? Entahlah aku harus jawab apa.
Dan berapa lama bibir ini bungkam tanpa mengeluarkan perbincangan yang benar-benar ku rindukan?
Terlalu terlihat konyol memang, sampai-sampai kekonyolan ini membuatku sedikit tertawa kecil.
Kau terus mengikuti setiap langkah kakiku
Ada perasaan takut. Dan perasaan rindu yang tetap saja aku paksakan untuk ku bawa pergi.
Tatapan itu.......... Ah sial! Lagi-lagi tatapan itu membuat pikiranku buyar.
Ini lucu. Apa itu benar-benar kau yang selama ini pergi?
apa itu benar-benar kau yang hilang berceceran entah kemana?
Dan apa itu benar-benar kau yang membuat rindu ini diam lebih lama disini?
Entahlah.
Siapapun kau seseorang yang bercelana pendek, kaos berwarna coklat yang sangat muda, memakai sepatu dengan rambut yang sedikit gondrong dan kumismu yang tipis itu harusnya kau tau.
Bahwa kau tak pernah bisa membuatku lupa.