Kau tau? Malam selalu mengingatkanku padamu. Pada hal-hal yang selalu saja menyangkut pautkan dirimu disetiap ingatanku.
Mengingat pertemuan yang lalu itu membuat bibir ini sedikit melengkungkan senyum
Sering kali aku tertawa kecil mengingat itu
Dan, dalam waktu yang bersamaan memory-memory itu selalu berputar-putar mengelilingi pikiranku
Termasuk sosokmu yang selalu beterbangan di angan-anganku, bahkan seakan-akan sosokmu itu adalah nyata.
Aku mulai menyenderkan punggungku pada tembok yang mulai terasa dingin
Dan hati mulai merasakan perasaan yang tak tau lagi harus ku sebut apa perasaan itu
Ketika itu pula mata ini mulai mengeluarkan gerimis kecil, bahkan jemaripun tak sanggup lagi tuk menghapus gerimis kecil yang kian berjatuhan.
Pikiran pun tak karuan, sering kali aku merasa bahwa rindu yang kusimpan untukmu ini sudah tak perlu lagi.
Alah, sudahlah.... Aku benci saat saat seperti ini. Bisikanmu seakan-akan terdengar di daun telingaku
Bahkan seringkali aku merasakan sakit ketika aku menahan rindu ini untukmu. Bagaimana tidak? Merindukanmu memang seperti kentut, yang setiap kali aku mencoba untuk menahannya aku akan merasa sakit. Jika aku keluarkan kentut itu? Aku harus siap-siap menahan malu meskipun terasa lega seperti mendapat oksigen.
Dan aku benci mengakui hal ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar