Ketakutanku
yang dulu kini telah menyelimuti kenyataan yang kian menghampiriku. Ketakutan
yang benar-benar tak pernah ingin aku rasakan. Ketakutan yang rasanya ingin aku
hapus dari segala arah, yang nyatanya memang tak akan pernah bisa aku hapus. Yang
pada akhirnya aku harus memaksakan untuk melawan ketakutanku sendiri.
Ketakutan kehilanganmu kini sudah membuatku sadar dan cukup mengerti dengan semua kesakitan yang kurasa.
Ketakutan kehilanganmu kini sudah membuatku sadar dan cukup mengerti dengan semua kesakitan yang kurasa.
Semuanya
terlihat seperti air hujan yang turun begitu saja. Tak melihat apa yang sedang
terjadi, tak mengerti apa yang sedang dilakukan seseorang, bahkan tak
memperdulikan keadaan yang ada disekitar. Dan semuanya tampak seperti itu.
Kehilangan
yang selama ini hampir menjadi bagian hidupku rasanya ingin sekali aku membuang
jauh-jauh hati yang ku miliki dalam tubuh ini. Hingga aku tak bisa merasakan
lagi luka yang kau goreskan dalam hatiku.
Kau tak
pernah rasakan ketika aku berada dalam keramaian, tapi aku selalu merasa
sendiri dalam kesepianku yang terus menerus mengikutiku.
Kau tak
pernah rasakan ketika hujan turun itulah caraku menangis yang paling efektif,
aku hanya tak ingin semua orang tau jika aku menangisimu. Menangisi
kepergianmu.
Sekarang,
kau memang benar-benar pergi. Mungkin tugasmu untuk membahagiakanku waktunya
sudah habis. Meskipun aku tau, sosokmu sudah hampir menjadi bagian hidupku. Aku
tak akan pernah memaksamu kembali, membiarkanmu pergi mungkin memang
satu-satunya jalan Tuhan yang tak pernah ingin ku lakukan.
Tapi………
Apa kau
sudah terbiasa pergi meninggalkan seseorang yang tulus menyayangimu?
Apa kau
tidak memperdulikanku? Sedikit saja mungkin?
Apa tak ingin
sebentar saja kau menengok kebelakang untuk melihatku? Oh,maaf. Maksudku tak
perlu melihatku. Cukup lihat ini. Lihat hatiku. Bagaimana dengan hatiku? Lihat…
lagi lagi aku harus menangis karna kepergian seseorang yang hampir menjadi
bagian dari hidupku.
Setelah
kau membuatku terbangun dari masa laluku dulu, sekarang kau membuatku terjatuh
lagi. Keadaan menjadi
berubah. Dan sehari setelah kepergianmu itu, siapa yang akan membuatku
terbangun disaat aku terjatuh karnamu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar