Sabtu, 22 Agustus 2015

Untitled (II)

Air mataku ternyata belum cukup dewasa untuk menahan agar tidak terjatuh

Jiwaku hening
Tak ada tangan yang memapah
Tak ada pundak untuk ku rangkul
Semenjak saat itu seringkali merasa sendiri
Sendiri yang menjadi sunyi 
Tentangku, semuanya menjadi sepi

Hening selalu datang untuk melayat kesedihanku yang berhias gugur kamboja 

Waktu terus berjalan
Namun, aku masih tertinggal disini
Dijaring rindu yang amat dingin

Bila rindu bagimu hanya sekedar sebaris ucap, lupakan saja rindunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar