Sabtu, 06 April 2013

Pertemuan itu........ (part I)

Malam itu, dia memintaku pergi menemani malamnya di kota Bandung.
Aku meluncur menggunakan sepeda motornya, lalu menjauh dari tengah keramaian dan kebisingan kota Bandung. Dia membawaku ke suatu tempat yang tak begitu asing bagiku. Hingar bingar dan keramaian kota Bandung semakin sukar terdengar.

Ketika melewati jalan yang cukup sepi, hanya ada suara beberapa motor yang berlalu lalang bersamaan dengan suara-suara hembusan angin yang menyapu daun telingaku.
 Mataku hanya meneliti ke seluruh jalan, menikmati penerangan malam dari "City Light" yang menghias.

Tapi kenapa tiba-tiba motor ini berhenti? Aku tersontak. Terkejut. Dan memilih turun dari motor itu. Aku berjalan kehadapannya "Kok berhenti? Jangan bilang motormu mogok? Ah sial" ujarku kesal dengan perasaan panik. Aku menggigit kecil jemariku, berusaha menghilangkan kepanikanku sendiri.
Tapi lihatlah, dia dengan santainya membuka helm lalu menstandarkan motornya disampingku. Kemudian turun sambil menarik tanganku dan berjalan ke arah pembatas jalan.
Aku yang terlihat kebingungan hanya mengikuti langkahnya di belakang. Dan seketika wajah kebingunganku lenyap di balik sebuah wajah yang terkagum kagum melihat sesuatu yang indah yang terpampang didepan mataku. Tanganku mulai terlepas dari genggamannya, aku berjalan mendekat pembatasan jalan. Bahkan aku menyender ke dinding kasar yang terasa dingin itu. Mataku menikmati pemandangan kilauan lampu berwarna-warni yang menghiasi kota Bandung.
     
 "Bagus ya?" Tiba tiba suara itu memecah sunyi. Menyadarkanku yang sedang menikmati malam itu.
 "Ini sih bukan bagus lagi, tapi ini indah banget" jawabku memuji tempat itu.
 "Coba deh kamu bedain gimana rasanya waktu kamu menutup mata kamu dan bayangin kalo kamu lagi ada ditempat yang gelap, sunyi. Sendirian dalam dingin dan gak ada satupun orang yang perduli kehadiran kamu. Dan tiba-tiba waktu kamu buka mata perlahan lahan kamu lihat ke sekeliling tempat ini. Aku yakin kamu ngerasain sesuatu yang beda. Menyelimuti kamu dari belakang dan ngasih sedikit kehangatan buat kamu"

Perkataan itu.... Yang keluar dari mulutkku itu seketika terputus ketika aku merasakan sesuatu yang melingkar dipinggangku, aku yang sedang mempraktekan ucapanku tadi mengambil nafas panjang lalu makin terasa merapat dipunggungku yang begitu menghangatkanku, sambil membuka mata ini dengan pelan-pelan aku merasakan hembusan nafas yang hangat disebelah wajahku menyapa lembut daun telingaku.
Dan kini  mulai bersandar sesuatu di bahuku. Aku tersentak kaget ketika mata ini terbuka dan melihatnya memeluk erat tubuhku.
         "Aku rindu kamu. Dan mungkin kamu gak percaya"  ucapnya.
Aku hanya bisa diam dalam pelukannya mendengarkan ucapan yang berburu dengan nafasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar