Kamis, 20 Februari 2014

Berkhayal, Bermimpi dan Berharap.

Aku tak pernah meminta hal yang terlalu berlebihan pada Tuhan.
Lalu, apa menginginkan cinta itu hal yang berlebihan? Apa menginginkan kebahagiaan berpihak padaku itu hal yang berlebihan? Atau, apa menginginkan kamu itu adalah hal yang paling berlebihan?
Katakan padaku jika permintaanku itu benar-benar belebihan. Untuk siapapun yang membaca tulisanku ini, aku hanya pastikan bahwa aku sedang dan selalu berkhayal. Berkhayal yang tak sepantasnya aku khayalkan dalam pikiranku, yaitu kamu. Kamu mungkin bertanya-tanya berapa lama aku berkhayal tentangmu, atau kamu bertanya-tanya mengapa aku bisa berkhayal terus menerus seperti itu? Jika kamu tanyakan itu, aku tak akan menjawab dan sebenarnya memang karna aku tak bisa menjawab pertanyaan itu. Indah memang, ketika aku duduk disampingmu, atau aku tiba tiba jatuh dan kamu menolongku atau bisa saja ketika kamu mencium keningku, ah.... kalian sepertinya tau itu hanya cukup menjadi khayalanku saja.
Tidur adalah salah satu pengantarku untuk berjalan kesuatu tempat dimana aku bisa merubah jalan hidup semauku, bergandeng tangan dengannya adalah hal yang paling aku tunggu-tunggu ketika aku tidur. Atau........ berpelukan dengannya juga menjadi salah satu hal yang paling aku inginkan. Sesuatu yang membuatku bisa tersenyum tanpa paksaan, sesuatu yang bisa membuatku berlari tanpa harus menangis, sesuatu yang bisa membuatku hidup dari kehidupan yang nyata. Entah ini namanya apa, rasanya aku tak ingin terbangun jika saja aku sedang bermimpi mengarungi semua perjalananku denganmu.
Ketika suatu saat aku harus terbangun dari tidur dengan keadaan bermimpi indah denganmu, terpaksa aku harus tertap berjalan meskipun harapan itu masih ada dalam hati dan pikiranku. Memang tak ada salahnya jika seseorang berharap pada tujuannya, tapi jika harapan itu memang sudah tidak ada lagi aku rasa aku juga harus pergi dari harapan yang membuatku merasa gantung diri. Lebih tepatnya kamu yang membuatku merasa gantung diri seperti ini. Tak heran jika banyak orang yang mudah putus asa ketika harapannya tak kunjung datang dengan seiring berjalannya waktu.
Berkhayal bersamamu itu adalah kegemaranku untuk menghabiskan waktu tanpa kamu.
Bermimpi bertemu denganmu itu adalah rindu yang selalu aku rasakan ketika aku dan kamu sudah tak bisa untuk menyatukan genggaman ini.
Dan berharap untuk denganmu lagi itu adalah caraku menunggumu dengan segala harapan yang ada bahkan aku tak tau lagi otakku itu seperti apa macamnya, entah bodoh atau tolol yang hanya bisa berharap disini tanpa kamu mengetahuinya.


Meskipun aku tau semua itu hanya menyiksa dan perlahan-lahan membuatku sakit.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar